aridhant harprys w.

“..mencoba bukan lagi bagian persoalan melainkan penyelesaian..”

Buku Bagi Suplemen Otak

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 10, 2006

Semalam, tanpa memperdulikan kondisi keuangan yang semakin menipis, kuberanikan diri menuju ke salah satu toko buku yang terletak di jalan raya ngagel untuk menyalurkan satu-satunya budaya kapitalistik yang tetap dengan bangganya kupertahankan yakni membeli buku. Setelah sekian lamanya tidak pernah menginjakkan kakiku ditoko buku maka dengan menghidupkan budaya pop konsumerisme ini, kucari lagi buku-buku yang dapat merangsang daya dialektika, suplemen otakku mengingat pertumbuhan yang lain sudah berhenti ketika diriku sudah melewati masa puber. Setelah kira-kira 15 menit berlalu, 6 buah buku sudah kugenggam ditangan antara lain; 2 buku mengenai wacana Marxian, 2 buku tentang social movement serta 2 buku sisanya spesifikasi wacana feminis dan eksistensialis.

Dalam hati sambil kutatap buku ini, kumerengut “sampai sekarang, pemerintah tidak pernah mau peduli untuk menurunkan harga kertas, sebagai konsumen aku protes, daya beliku terbatas, mencari ilmu saja harus membeli dengan harga mahal!” umpatku. Tetap saja setelah mengeluarkan sejumlah biaya dihadapan kasir, kulengangkan badan ini menuju tempat parkir dengan sedikit cengiran membayangkan betapa otakku akan kembali memulai perdebatan dengan membagi kedalam dua belah kubu yang saling bertentangan dan mendialektikakan diskursus baru sementara mataku bersinar-sinar riang menatap buku serta membaca abjad-abjad yang harus dicerna lagi dipikiranku. Tukang parkir yang sedari tadi memperhatikan tingkah polahku tersenyum simpul, mungkin ia beranggapan “satu lagi orang setelah membeli buku jadi gila”. Aku sendiri tanpa peduli, segera tancap gas mengarahkan kendaraanku menuju arah jalan manyar, mencari toko buku yang lain lagi guna menemukan buku baru yang tidak terdapat di toko buku pertama. Lagi, kutemukan 1 buku tentang studi Marxian, 1 buku mengenai social movement dan 1 lainnya diskursus post modernist. Pfffff….. lega!.

Satu Tanggapan ke “Buku Bagi Suplemen Otak”

  1. Syukriy berkata

    Buku sebagai media untuk menggali ilmu memang tidak mendapat perhatian dr pemerintah kita. Semuanya seperti sudah tergantikan, dulu oleh TV sekarang oleh internet…
    Ada sebuah buku menarik tulisan Putu Wijanarko berjudul Elegi Gutenberg. Isinya angat menyentuh dan memotivasi bagi para pecinta buku…
    Rasa cinta pada buku memang harus dipupuk sejak kecil. Mungkin jangan ada TV di rumah kita, biar ibunya anak2 tidak nonton sinetro, dan anak2 tidak sibuk nonton kartun…
    Tapi, kita juga harus puasa nonon Liga Inggris. Hehehhehe

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>