aridhant harprys w.

“..mencoba bukan lagi bagian persoalan melainkan penyelesaian..”

Arsip untuk ‘Konsumerisme’ Kategori

Buku Itu Mahal

Ditulis oleh dhant di/pada Juni 6, 2006

Sekarang harga buku mahal sekali dan banyak yang tidak dapat membeli. Padahal sekarang masyarakat sudah mulai haus akan bacaan dan ide-ide alternatif dan kritis serta tidak lagi terbebani oleh stigma kiri dsb. Saya sendiri sebisa mungkin tidak pergi ke toko buku walau sekedar cuci mata karena bisa berdampak buruk bagi diri diantaranya gampang ngiler dan menumbuhkan budaya konsumerisme. Memang masalah kapitalisme cetak sungguhlah menjadi masalah pelik mengingat harga kertas yang cukup mahal menyebabkan banyak penerbit mencari celah agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan tercerahkan serta tidak menggulung penerbit itu sendiri.

Menurut Ronny Agustinus dari redaksi marjin kiri; “Kami tidak bisa mengutak-atik harga kertas, itu jelas. Dua buku pertama terbitan kami memakai kertas CD (seperti kertas buram) & banyak juga yang komplain karena tidak terasa seperti buku serius. Kami terus mencari kertas yg banyak dipakai kawan2 penerbit Yogya, CD impor Kanada, tapi mustahil ditemukan di Jakarta. Konon kabarnya –saya tidak tahu kebenarannya–ini kertas selundupan, dan kabarnya pula, di Yogya pun sudah semakin menyusut stoknya”. Saya sendiri ketika pertama kali membeli buku yang kertasnya buram langsung jengkel namun sesaat kemudian saya baru berpikir hal yang sudah diungkapkan oleh Bung Ronny Agustinus tadi. Harapan saya sih, pemerintah mau ikut peduli dengan masalah ini diantaranya dengan menurunkan harga kertas agar kami bisa memiliki daya beli lagi.

Apalagi persaingan antara penerbit sekarang sudah sangat kompetitif dengan banyaknya buku yang beredar dipasaran, saya yang melihat banyak sekali buku baru per bulannya tinggal mengelus dada karena anggaran yang sudah sengaja saya alokasikan per bulan hanya mampu membeli beberapa buku saja. Tingkat kompetisi yang cukup baik di kalangan penerbit dan daya beli masyarakat yang menurun dapat menghancurkan industri penerbitan dan saya harap hal ini tidak terjadi karena bukan saya saja yang rugi namun juga masyarakat secara umum khususnya mereka yang masih sekolah alias menuntut ilmu.

Kebijakan penetapan buku pelajaran yang tiap tahun ajaran selalu berganti sampai kemampuan perpustakaan yang disediakan pemerintah masih sangat minim terasa sangat memberatkan. Semoga tak terjadi tapi apa mau dikata, kenyataannya sekarang terjadi… kita protes yuk sama pemerintah, ok!

Ditulis dalam Konsumerisme | Leave a Comment »