Ditulis oleh dhant di/pada Mei 5, 2006
Apa yang kita inginkan ada karena kita
memang ingin itu ada sedangkan yang tidak kita
inginkan kita tempatkan ditempat sampah bahkan hilang
dari pandangan dan memori kita selamanya.
Ternyata hati kita telah dikalahkan oleh keinginan
mata kita dan sama dengan keyakinan kita yang selalu
kita puja untuk keuntungan diri kita sendiri namun
tidak pernah digunakan untuk kebaikan bersama.
Berarti benar dan salah dikarenakan kita menginginkan
itu benar atau salah, Rene Descartes mungkin akan
mengatakan ’saya berpikir, karenanya saya ngeliat’,
ternyata kita hanya mau yang enak dan hanya yang kita ingin liat.
Jika anda bukan dari bagian penyelesaian
maka anda merupakan bagian dari persoalan
Dari saya,
Manusia bermasalah dan penuh ke-muna***-an
Ditulis dalam Puisi Basi | 1 Komentar »
Ditulis oleh dhant di/pada Mei 2, 2006
Kreativitas terbina
melalui ke”gilaan” kita.
Semoga saya tidak gila,
Walau diperlukan orang-2 ‘gila’
untuk merubah dunia.
Bukankah,
Jika kita sepakat untuk hidup
dalam alam seperti ini,
bukan berarti menerima
diperlakukan tidak manusiawi.
“Another World is Possible” kan masih ada
selama kita tetap mempercayai
dan memperjuangkannya?
Saya bukanlah siapa-siapa,
Tanpa maksud menghindari tanggung jawab
Namun,
hari ini, kemarin, esok dan lusa,
kita tidak pernah tahu
Bisa dicaci, dipuji,
dimaki, dihargai, disukai
Juga cepat dibenci lalu
teralienasi dan dilupakan
Karenanya,
saya berharap tulisan saya
tetap berada diluar konteks keterikatan
sehingga bebas berekspresi
Tanpa bermaksud menggurui
hanya memindahkan benturan
dikepala saya
Masalah emosi, hasrat dan syahwat
memang masalah gawat
Sampai gigi saya jadi berkarat
karena pakai kawat
Sikap emosional, reaksioner dan provokatif
yang terpancar melalui jiwa muda
pada puber ke-3 di usia senja,
hanya penanda tak ingin menyerah
Semoga berguna
Ditulis dalam Puisi Basi | Leave a Comment »
Ditulis oleh dhant di/pada April 26, 2006
Pengetahuan bagi orang lain sebagai
Alat untuk mendominasi wacana dan orang lain
Alat kebanggaan semu akan kualitas hidup
Alat pembenaran akan subjektivitas yang relatif
Alat kekuasaan menghegemoni yang manipulatif dan destruktif
Pengetahuan bagi saya sebagai
Alat untuk menyebarkan kasih sayang dan perdamaian
Alat mensejahterakan rakyat membebaskan dari ketertindasan
Alat perjuangan dan perlawanan
Alat berbagi dengan orang lain tanpa pamrih
Itulah kekuatan pengetahuan sebenarnya bagi saya………….
Ditulis dalam Puisi Basi | Leave a Comment »
Ditulis oleh dhant di/pada April 6, 2006
Hamba bukanlah pemilik kuasa hanya merdeka
menggunakan mouse dan menekan tuts keyboard saja.
Hamba merasa multikultur adalah kebanggaan dan
berbicara seadanya adalah hal biasa.
Toh, semua hanya subyektivitas belaka dan kebenaran
yang relatif semata.
Pabila merasa ‘panas’, harap dibalas dengan
kreativitas pula dan ilmiah, jangan dihakimi lalu
dijadikan ‘ampas’.
Keinginan untuk berbicara semua hal tak terkecuali,
adalah hak azasi untuk menolak diri dalam dunia yang
semakin terspesialisasi.
Berbicara ‘politik’ menjadi hal yang lumrah, seperti
mempengaruhi manusia lainnya dalam keseharian secara
terarah.
Sebuah janji, bahwa transpolitica dalam era
virtualitas menghancurkan sekat-2
dominasi kelompok dan institusi tertentu,
hilang dan memberi kebebasan mutlak
bagi semua manusia untuk berbicara
dan membela hak-2nya, tanpa polusi.
Setulus kata-2 maaf ku mencoba,
Tanpa maksud bertarung nyawa.
Mengurangi hal yang tak pantas,
Tak ingin diberantas
Tanpa menghilangkan kreativitas,
dan melewati batas.
Semoga tidak termoderasi,
Serta tidak lagi dimusuhi.
Hamba percaya bahwa semua hanya bagian dari permainan
‘peran’ yang selalu berjalan, berganti tiada henti.
Hari ini kuberjanji, esok bisa kuludahi.
Revolusi selalu terjadi dan berganti…
Semua terus berubah, hanya memperkaya perspektif guna
hari esok dan berusaha berdamai dengan sejarah.
Apalah arti sebuah nama, tubuh dan wajah, hanya ingin
pikiran serta bahasa verbalnya diperhatikan dan
dihargai bukan apa yang tampak dimata
Niatan bukan Karma, masih banyak jalan menuju Roma.
Bukannya memohon, walau sudah tidak tinggal di
Tomohon.
Patah Tumbuh, Hilang Berganti.
Mari membangun hubungan baru yang lebih berarti.
Ditulis dalam Puisi Basi | Leave a Comment »
Ditulis oleh dhant di/pada Maret 1, 2006
Kawan,
Terasa lama diri hamba menggerut tak berdaya
Bentangan dunia tak mampu terbaca
Aliran helai kawat sekilas berkata
TIDAK,
Diam berarti bisu
Diam adalah tunduk
Diam itu juga tak berguna
Puff..
Diam berarti membiarkan dirinya diperkosa hak-haknya
Diam adalah takluknya kebebasan dan teralienasi dirinya
Diam itu tertancapnya kuku-2 hegemoni penguasa atas rakyatnya
BUKAN,
Diam berarti pilihan
Diam adalah otonomi diri atas kuasa
Diam itu tertahannya ekspresi yang meledak
S**K;
Diam berarti kepuasan
Diam adalah lelah setelah berbuat
Diam itu sesukaku
HEH!!!
Kebosanan merasuk sukma dan keheningan hanya memuakkan
Ini bukan jamban, diam menahan aroma bang rhoma
Lama negeri ini terdiam dan kini tidak lagi, gue mau nulis
Titik.
Ditulis dalam Puisi Basi | Leave a Comment »