aridhant harprys w.

“..mencoba bukan lagi bagian persoalan melainkan penyelesaian..”

Arsip untuk ‘Sajak Membara’ Kategori

Idealisme Perjuangan

Ditulis oleh dhant di/pada Juni 3, 2006

Melawan arus perubahan
Menahan tiupan angin
Melawan derasnya sungai
Menahan hantaman gelombang

Buah yang dipetik setelah ratusan tahun berjuang
Menegakkan kembali kedigjayaan dan martabat bangsa

Bukan pemilik kuasa kehidupan
Bukan pemilik kuasa kegelapan
Hanya penikmat kuasa cinta
Hanya penikmat kuasa nafsu

Menuai mimpi-mimpi yang tertunda
Merealisasi janji-janji kehidupan

Sedikit pergerakan merubah seluruh pergolakan
Sekedar menyatakan jiwa progresivitas revolusioner
Segala daya upaya dikerahkan agar penindasan dihentikan
Seluruh jiwa, pikiran dan hati diserahkan agar manusia sadar

Ditulis dalam Sajak Membara | Leave a Comment »

Arus Perubahan

Ditulis oleh dhant di/pada Juni 3, 2006

Bertapa dalam derai kemajuan zaman
Bercerita kerap gemerlap pembangunan
Bersua dengan manusia yang terpinggirkan
Berbagi kepedihan agar muncul kebahagiaan

Peraduan kehidupan kota besar yang kejam
Hanya menyisakan kesempatan untuk berkobar
Kenangan nostalgia sudah harus berakhir
Kemenangan dalam perjuangan tak pernah padam

Sesaat rasa kemanusiaan mulai tersingkap
Kedamaian obor perubahan segera menghadap
Perlawanan progresif digadai kemewahan
Pengorbanan bumi pertiwi dalam keserakahan

Bukanlah penanda harga diri ternodai
Buktikan kemampuan melibas masa kini
Beranjak menantang arogansi globalisasi
Berikhtiar memangku semangat mati, hidup kembali

Ditulis dalam Sajak Membara | Leave a Comment »

Bosan juga…

Ditulis oleh dhant di/pada Mei 30, 2006

Ternyata,
Menulis dengan bahasa sinis dan pesimis
Seringkali diartikan berbau rasa putus asa
Hingga serasa sudah akhir dunia dan penuh tangis
Sadis hanyalah corak agitatif dan propagandis semata

Sehingga,
Hanya ada tersisa rasa hampa
Pasrah, beribu kata tak berguna
Peluh dan daki berebut luka
Hasil sisa sampah dari rasa binasa

Akan tetapi,
Benarkah kritikan hanya bualan orang yang kalah
Dosakah mengatakan kebenaran meski tak selalu indah
Beranikah menahan dan melawan walau sering dianggap lemah
Damaikah hati dan mimpi jika perlawanan hanya berhenti di kata yang patah

Akhirnya,
Tiada kata hanya senjata
Bukan memaksa lalu merana
Pencerahan adalah penyadaran
Karena perlawanan sudah kudengungkan

Ditulis dalam Sajak Membara | Leave a Comment »

Mimpi tak pasti

Ditulis oleh dhant di/pada Mei 14, 2006

Sobat,
Sebenarnya hari ini saya kebingungan,
Ingin rasanya menemukan contoh buat tulisan
Sayang tidak ada, ya sudah

Teringat tempo doeloe
Masa dimana praktek pasca kelulusan sekolah
Bernama SMU Orde Baru dengan 32 tingkatan = 32 tahun
Selayaknya sekolah menengah yang pastinya bukan akhir
Karena dimaksudkan jenjang tanpa tujuan
dan umum yang berarti mengambang dan tanpa kekhususan

Maka,
Si Pribumi mengatakan si sipit Chinese rakus tak nasionalis,
Tidak mau bergaul, yang dihitung cuma uang saja,
Penindas pribumi dan ingin sekali mengusir mereka

Si Dayak berteriak “mana si maling besi Madura itu?”
dengan kemampuan mengendus seperti binatang mencari yang berbau sapi
dan dipotong kepalanya untuk dipamerkan didepan rumah.

Si Timor-timur minta bantuan PBB untuk merdeka yang
diteriakkan seorang anak kecil keriting bermuka non timor
yang ternyata ibunya diperkosa bergiliran oleh pelor
Pak loreng tak lama setelah peristiwa Santa Cruz.

Si Ambon beragama mencari si Ambon beragama tak sama
untuk dibantai tentunya dengan bantuan dan ijin
Pak tegap pada hari dan jam yang ditentukan agar agama
tinggal satu saja yang berkibar.

Si sipit Chinese lari tunggang-langgang dari kejaran
pria tegap yang ingin memperkosanya dihadapan orang
tuanya lalu dibakar sekeluarga beserta rumah.

Si Aceh bersiap-siap angkat senjata melawan Indonesia van Java
Si Jawa berkumpul bersiaga bila ada ninja ajaib bila tertangkap
segera berubah gila
Si Papua berjuang menghadapi HIV/AIDS, Militer dan problematika
sumber daya dan kemerdekaan
Si-si lainnya yang bergembira ria
Memulai praktek dilaboratorium yang besar dengan pengawas yang
bersembunyi dan membantu yang damai menjadi berkonflik
dan yang berkonflik dipertajam dan diperluas

Semuanya bingung,
Tanpa sadar ada sesuatu yang bergerak masuk untuk menguasai
Namun yang lain udah keburu asyik dengan mainannya masing-masing

Tiba-tiba semua menjadi hening
Seperti tidak pernah terjadi apa-apa
Kehidupan berjalan normal
Rakyat sudah menjadi dewasa sekali
Padahal sih saya sangat tidak yakin

Tapi,
Rakyat jadi sangat berkuasa saat datangnya pemilu
Banyak manusia berliur ingin ikut pesta akbar tersebut

Wah, semua riang dan ceria
Tak tampak pernah ada huru-hara dinegeri ini
Tak ada rasanya kejadian memilukan
Timor Leste asalnya dari mana ku pun tak peduli

Bahkan,
Gara-gara Tsunami, Aceh tidak jadi minta merdeka
Gara-gara Theys H. Eluay diganyang, Papua pun bercinta lagi

Eh, Abepura kemarin
Ah, paling juga habis lagi
Lho, 43 pelarian politik ke Aussie
Ga ngefek Brur…

Terorisme menyerbu,
Membawa nama agama,
Membawa nama Negara,
Membawa nama Kemanusiaan,
Membawa nama Demokrasi,
Membawa nama Bangsa,
Membawa nama… terserah, nama ente juga jadi…

Lho, Poso… kasihan, biarkan jadi lahan bermain militer
soalnya sudah terbatas tidak seperti dulu
Lagipula mencari uang untuk institusi dan diri tidak mudah
Dulu sekali, ada nasionalisasi perusahaan Belanda jadi dapat gratisan

Kemaren, upetilah, jadi cukong kayu yang langka,
bikin pos biar narik pajak, cari cewek perawan jadikan
lonte dan kita kirim ke sabang sampai merauke, antek
perusahaan, masih banyak sih cuma yang pasti naik bus
udak tak bisa gratis lagi.

Sekarang, bisnis mulai bangkrut walaupun dikelola sama
pebisnis sekelas Tomy Winata dan lainnya mulai seret
dikasih batas waktu sejak ada UU TNI yang baru

Masa depan, tak ada cara lain selain ikut memilih dan
semua yang purna nyerbu partai gara-gara udah tidak
dwifungsi lagi dan balik ke kandang serta
pastikan jabatan tertinggi sipil balik lagi ke badan
besar dan tegap. Kan, bejibun lagi tuh duit deh
sekalian ngontrol pemilik kuasa.

Hoooi, BANGUN
Gara-gara bunga mimpi yang tak pasti
Kesiangan deh tak sempat ikut ujian CPNS
Padahal mimpi sebelumnya hanya satu tanpa embel-embel

Menjadi PNS dimana diriku bisa kaya
lewat korup, upeti, pajak, tidurin teman sekantor,
punya peliharaan 5 sekaligus dan jika menjadi kepala bagian
kupastikan bisa menindas orang…

Ditulis dalam Sajak Membara | Leave a Comment »

Pilihan

Ditulis oleh dhant di/pada Mei 9, 2006

Bahwa pilihan untuk kritis,
Bahwa pilihan untuk berbeda,

Adalah bentuk perlawanan terhadap penindasan
Adalah bentuk protes terhadap ketidakadilan

Bukan berarti menjadi musuh
Bukan berarti menjadi pembunuh

Karena kata dan tulisan bisa menjadi senjata ampuh
Karena cacian dan makian bisa menjadi obat penawar luka

Masalah setuju sama tidak merupakan hal biasa,
belajarlah untuk berbeda karena itu membuat kita
menghargai orang lain dan lebih humanis
dengan belajar dialektik dan bukan dogmatik

Sama halnya melihat bulu dada Bang Rhoma
Bukan berarti ingin bercinta

Tetapi memahami bahwasanya
ia adalah media Pornografi dan Pornoaksi.
Aduh, apaan sih…

Diantara malam pekat tanpa sahabat
pk. 00.05 waktu tidur.

Ditulis dalam Sajak Membara | Leave a Comment »