aridhant harprys w.

“..mencoba bukan lagi bagian persoalan melainkan penyelesaian..”

Arsip untuk ‘Terserah’ Kategori

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 21, 2006

Rencana mempostingkan hasil tulisan-tulisan selama long wiken menjadi tertunda disebabkan monitor kompiku tutup usia. Walau perasaan jengkel berkecamuk didalam diri dengan sedikit mengumpat, kutenangkan hati dan pikiranku sejenak….. sambil menunggu rencana jahatku muncul. Aha, kayaknya monitornya ex pacarku bisa neeh kupindahin ke kost sampai monitor ini bisa sembuh setelah kubawa ke tukang ketok magic…. ups, lho koq@#***

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Bebex dan Kucing

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 10, 2006

Saat sedang blogwalking di blognya bebexxx, kulihat kucing-kucing kesayangannya sedang dipamerkan dengan berbagai macam tentunya. Tanpa emosi, datar kuucapkan “byebye cattje!”. Dahulu, semenjak kecil di Balikpapan, aku memelihara kucing walau kemudian sempat diusir kala itu karena masih balita, diriku sudah mengidap alergi terhadap bulu kucing, poshugo, kata orang manado. Ketika SD, SMP sampai dengan SMU-pun, aku masih memelihara kucing bahkan pernah pada suatu ketika, tepatnya diriku berumur 4 SD membawa beberapa kucing kecilku untuk di kebiri, alias diambil testisnya agar kucingku nantinya jinak (saat dewasa baru sadar, tindakan ini tidak saja penundukkan majikan terhadap budak peliharaannya akan tetapi juga tidaklah ada bedanya dengan pemotongan klitoris pada perempuan guna membatasi kenikmatannya dan inilah penjajahan kaum patriarkhi di Arab atas nama agama). Hal ini kulakukan berulang-ulang sampai akhirnya diriku kena batunya mungkin kurang hati-hati, anak kucing itu menggigitku. Untuk mengantisipasi rabies dan penyakit lainnya yang dapat ditimbulkan akhirnya aku dibawa ke dokter. Tak lama berselang setelah itu, saat aku bermain di tempat teman, aku digigit lagi oleh monyet. Bukannya sakit itu yang kukeluhkan akan tetapi satu hal yang paling kubenci yakni jarum suntik!.

Ditulis dalam Terserah | 2 Komentar »

Hai Pria Tua, Kuatlah

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 8, 2006

Castro, membaiklah dan saksikan evo morales bermain bola bersama lula da silva dan hugo chaves, tiadakah kau bisa mulai tersenyum, wahai pejuang tangguh…
Kutahu Tuhanmu berbeda dengan Tuhan yang kusembah tapi tahukah kau, selama dirimu berbuat kebaikan, berbuat untuk mensejahterakan lingkunganmu dan melawan kejahatan, kan ku doakan dirimu dan bangsamu diberkati selalu.

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Anak Itu dan Kambing

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 5, 2006

Kaget sebenarnya melihat seorang yang bernama Endira, vokalis dari grup Flopi ikutan Dream Band 3 di salah satu televisi swasta. Tapi, tidak ah, anak ini emang udah gila dari pertama ku mengenalnya. Teman seangkatanku mengatakan dahulu dikala Endira pulang Sekolah ia seringkali melihat si Endira mengajak bicara kambing-kambing, ah.. aku juga begitu dulu. Setelah mengenalnya baru kusadari anak ini ada yang sedikit tidak beres namun sangat asyik untuk menjadi teman. Sampai pada satu tahun yang lalu kulihat dirinya memakai jilbab dengan menggandeng seorang anak, wow, ternyata itu memang hasil buah kasihnya. Syukurlah, gilamu sudah sembuh nona, anakmu memerlukanmu dalam kondisi yang beres, pikirku. Tak dinyana, kulihat ia kembali diacara DB 3 menggenakan kostum dan berperilaku seperti dahulu sekali…. Tergelak, serta merta kukatakan… oh, nona, gilamu emang kumat lagi tak tersembuhkan. Semoga kau terkenal nak.

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Pos Lagi dan Bahan Candaan Setan

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 4, 2006

Malam ini aku kembali ke bekas rumahku yang dulu, yahh sekedar bermain-main sekaligus mengecek apakah ada kiriman buku dari Brussel, Belgia yang sudah kupesan seminggu sebelumnya dengan menggunakan alamat rumahku yang dulu dan memang ternyata ada. Lalu, aku mencoba singgah di pos jaga perumahan di blok D yang beberapa penjaganya kukenal sejak lama. Kebetulan ada seorang penjaga yang bernama Pak Elon yang asli Papua sedang tidur-tiduran. Kucoba menemaninya walau kutahu ia sudah banyak yang menemani, para nyamuk-nyamuk.

Ia pun segera bercerita mengenai kehidupannya semasa masih kuliah dulu yang memiliki teman-teman pandai dalam hal bercerita, bohong tentunya. Baru kutahu ternyata Pak Elon pernah kuliah namun aku tak bermaksud untuk bertanya mengenai kehidupan pribadinya, lebih baik aku menjadi pendengar yang baik saja. Ia menceritakan mengenai seorang temannya yang bernama Willem yang sukanya bercerita dan suka melebih-lebihkan hal yang sebenarnya tak juga terjadi. Tak sadar setiap cerita itu membuatku tertawa terbahak-bahak, tawa yang menurut orang tua dan teman-temanku persis tawa setan!, ah, masa bodoh. Akan sedikit saya ulangi cerita itu, si Willem sautu saat akan kembali ke manokwari dengan menggunakan salah satu kapal laut dari PELNI. Ia diantar oleh seorang temannya yang benama Lusi.

Pada saat mereka masih berada didalam kapal dan tak sedikitpun mengidahkan seruan untuk turun bagi bukan penumpang maka mereka tak tahu bahwa tangga-tangga yang diperuntukkan bagi jalan keluar dan masuk kapal sudah mulai dipisahkan dari kapal. Lusi tersadar manakala ada seorang penumpang yang mengatakan padanya “akhirnya, kapal sudah akan berangkat”. Segera, muka lusi terlihat jelas pucat pasi dan tanpa dikomando dengan ditemani oleh Willem, menuju pintu keluar. Disana, tangga yang harus dilaluinya sudah terlepas dan berjarak kira-kira 1 meter. Untungnya, ada petugas yang kemudian dengan bantuannya si Lusi dapat segera naik ke tangga setelah diperintahkan oleh petugas itu untuk merapatkan kembali tangga tersebut. Walau begitu, Lusi yang masih terlihat pucat masih saja tidak sigap dan saat akan meloncat ketangga yang sudah dekat dan hanya berjarak kira-kira setengah meter, ia lalu terjatuh ditangga dan kain celananya tersangkut dibesi tangga walau tidak ada luka yang dihasilkan dari kejadian tersebut. Namun, hal itu tentu saja menjadi tertawaan seluruh orang-orang yang melihatnya meski sebelumnya sempat bersimpati.

Dasar si Willem, sesampainya di manokwari, ia menceritakan hal yang berbeda 180 derajat. Dalam ceritanya pada teman-temannya, si Lusi tak rela berpisah dengan Willem sehingga saat kapal tersebut akan berangkat si Lusi menahan kapal tersebut sehingga untuk beberapa saat kapal itu tidak dapat bergerak. Begitulah ceritanya berakhir, ah, aku jadi teringat bertahun-tahun yang lalu, begitu banyak sekali orang-orang yang begini, pembual si mulut besar karena pandai mengarang cerita namun kami memerlukannya untuk mengusir kesunyian, tanpanya tidak ramai keadaannya. Korban dari pembual itu tentu saja mereka yang baru mengenalnya dan segera mempercayainya namun kami, seperti biasa, selalu sakit perut menahan ketawa.

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Pos dan Negara

Ditulis oleh dhant di/pada Agustus 4, 2006

Beberapa hari yang lalu sekitar jam 8 malam, aku kembali ke bekas rumahku bukan untuk menengok karena kangen. Bukan, hanya pergi ke pos jaga disekitar rumahku di blok D mencari Pak Yanto, seorang pria yang kuduga berumur mendekati 40 tahun dan belum menikah. Kakakku pernah mengatakan kalau Pak Yanto adalah sosok pria yang sadar akan kesendiriannya dan tak mau membebani disaat belum mapan dalam hidupnya. Tak tahulah aku, yang kutahu ia pernah melanglang buana ke hampir seluruh tanah jawa termasuk ibukota.

Ia salah satu orang yang mau menerima ajakan keluargaku untuk mencari penghidupan di manado, setidaknya ikut membantu beberapa usaha orang tuaku dari perkebunan sampai beberapa yang lainlah. Entahlah, keluargaku mudah saja percaya pada orang meski baru dikenal sekalipun dan suka membantu tanpa imbalan. Dari dulu kutahu memang itu sudah menjadi watak orang tuaku,kata mereka itu turunan entahlah apakah itu menurun padaku, yang jelas bukan aku yang menilainya. Aku percaya pada Pak Yanto bukan saja ia rajin dan memang baik namun lebih dari itu, walau ia berasal dari keluarga yang tidak terdidik namun ia dengan mudah dan cepat mencerna dan menyambung pembicaraanku sedikit hal yang berbau ‘berat’ dari masalah ekonomi, budaya, social, politik dan global.

Akhirnya, kutahu bahwa ia sering mengikuti perkembangan terkini melalui koran saat makan siang dan berita dan acara talk show di malam hari. Dari hal tersebut, ku semakin yakin bahwa pengetahuan memang harus dibagikan kepada siapa saja, pendidikan harus bisa didapatkan oleh siapa saja, informasi dan teknologi harus bisa diakses oleh siapapun dan lebih daripada itu, kesejahteraan harus wajib didapatkan oleh siapapun tak terkecuali, secara gratis dan itu menjadi tanggung jawab Negara!.

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Tak Ada Judul Yang Pantas Mewakili Rasa-ku

Ditulis oleh dhant di/pada Juli 29, 2006

Aku memang bukan lelakimu
Aku juga tak bisa berada disisimu selalu
Tapi aku bukanlah mereka yang pura-pura peduli padamu
Dan aku tidak mau mengambil kesempatan saat kau sedang rapuh
Meski hal ini harus berakhir hanya sampai disini
Walau aku juga ternyata manusia yang tak cukup sayang padamu

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »

Ditulis oleh dhant di/pada Juli 29, 2006

Akhirnya,
Setelah sekian lama meninabobokan blog sendiri dan menolak memakai berbagai macam alasan untuk memperkuat argument pembelaan apapun maka mulai hari ini diriku mencoba mengembalikan tubuh virtualku pada tempatnya kembali……….

Ditulis dalam Terserah | Leave a Comment »